0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Busana Muslim Etnik

Busana Muslim Etnik menjadi salah satu tren seiring semakin berkembangnya industri fashion muslim. Desain yang modern mampu memberikan penampilan yang menarik dan elegan dari busana muslim etnik dan penampilannya tidak kalah dengan busana muslim dari bahan kain modern. Busana muslim etnik bisa berasal dari bahan kain tradisional seperti kain tenun, batik, songket, dan lain-lainnya.

Busana muslim etnik bisa tampak harmonis dipadukan bahan kain modern jika memiliki warna senada dengan ornamen yang apik sebagai ciri khas dari suatu daerah asal kain tradisional tersebut. Kemudian desain busana muslim tidak harus berbentuk jenis busana seperti dari Timur Tengah. Tetapi busana muslim etnik ini bisa didesain dengan sentuhan khas daerah kain tradisional tersebut dengan disesuaikan kaidah-kaidah ajaran Islam dalam berbusana.

Busana muslim etnik juga bisa menjadi syiar ajaran Islam yang universal dan fleksibel dengan berbagai macam keadaan dan adat-istiadat dari suatu bangsa. Akhirnya busana muslim etnik ini juga bisa menjadi nilai profit dalam mengenalkan kekhasan daerah dan profit keuntungan secara materi dengan meningkatnya permintaan kain tradisional. Sebelum membahas lebih jauh tentang busana muslim etnik, sebaiiknya para pembaca mengetahi sebagian kain tradisional yang sudah cukup populer di kancah internasional.

Kain Tradisional Populer

Busana Muslim Etnik

sumber : https://lifestyle.okezone.com

Kain Batik

Kain Batik di dunia internasional sudah tidak menjadi kekhasan bagi daerah Jawa saja, tetapi kain batik ini sudah mendunia dan dikenal sebagai kain khas Indonesia. Kain batik memiliki kualitas yang bagus bisa dilihat dari bahan dan cara pembuatannya. Kain batik yang kini dimanfaatkan sebagai busana muslim etnik merupakan kain batik modern yang memiliki corak dan ornamen dengan pola-pola yang modern. Sehingga saat diaplikasikan pada busana muslim etnik tampak elagan dan berkarakter.

Kain batik sendiri awalnya terbuat dari salah satu jenis kain kemudian di tulis atau di lukis menggunakan bahan lilin yang dilakukan secara manual menggunakan tangan. Namun, seiring permintaaan yang banyak dan bisa memproduksi masal maka pembuatan bati modern dilakukan dengan menggunakan alat atau mesin yaitu dengan cara dicetak.Tetapi batik printing harganya lebih murah dan kualitasnya di bawah batik tulis.

Di Jawa, kota atau daerah yang sudah terkenal memproduksi batik adalah Solo, Tegal, Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta, Surabaya, dll. Semua produsen kain batik tersebut memiliki kekhasan tersendiri dalam motif dan corak pada kain batiknya. Kain batik yang dulunya hanya digunakan sebagai pakaian resmi, saat ini bisa diaplikasikan dalam pakaian apapun termasuk busana muslim etnik.

Kain Ulos

Kain Ulos ini berasal dari suku Batak dengan memiliki kekhasan kain mulai dari pembuatannya, corak, motif dan fungsinya. Kain Ulos dibuat dengan cara ditenun dengan corak dan motif khas Batak. Kain ini juga dulunya hanya digunakan sebagai busanan yang dipakai saat ada duka cita, kelahiran, pernikahan dan acara penting di masyarakat. Namun seiring berkembangnya dunia tekstil dan fashion, kain ulos menjadi salah satu kain tradisional yang bisa dipadupadankan dengan busana lainnya dan bisa dipakai oleh orang diluar suku Batak.

Nah, busana muslim etnik ini juga bisa mengaplikasin kain ulos ini sebagai bagian bahan pembuatannya. Desain yang modern akan menghasilkan busana muslim etnik yang indah dan menarik. Jenis kain ulos sendiri juga memiliki beberapa jenis diantaranya adalah ulos gobar, ulos ragi botik, ulos raja, ulos sibolang, ulos saput. Jadi tidak perlu diragukan lagi kualitas kain ulos karena kain tradisional ini juga sudah dikenal mendunia.

Kain Tenun Ikat

Kain tenun ini dinamakan Ikat karena jenis kain in dalam pembuatannya dengan cara ditenun dari berbagai helaian benang pakan. Kemudian benang ini diikat sebelum dilakukan pewarnaan secara alami. Jadi pembuatan kain ini cukup rumit sehingga kualitas kain tenun ini memiliki kualitas bagus dan harganyapun juga mahal. Alat tenun yang digunakanpun juga khusus sehingga kain ini memiliki ciri khas yang kuat dibandingkan dengan kain tenun lainnya. Di Indonesia yang memproduksi kain tenun ikat diantaranya Sumbawa, Lombok, Bali, Jepara, Sintang, Toraja, Timor, Flores, Sumba.

Tenun ikat ini di dunia fashion modern juga bisa diaplikasikan sebagai bahan untuk busana muslim etnik dengan menyesuaikan desain modern yang mampu memberikan kesan anggun dan etnik.

Kain Gringsing

Kain tradisional dengan harga yang sangat mahal ini berasal dari Bali. Pasalnya menjadi kain dengan harga mahal karena proses pembuatan kain ini cukup memakan waktu yang snagat lama, yaitu tidak hanya waktu mingguan, bulanan, tetapi tahunan. Selembar kain gringsing ini bisa diprosuksi dalam waktu 2 sampai 5 tahun baru selesai. Bagi masyarakat Bali kain ini juga memiliki nilai magis yaitu untuk menolak bala dan bisa menyembuhkan penyakit. Kemudian masih banyak lagi mitos seputar kain grinsing ini yang hingga saat ini masih dipercaya olah masyarakat Bali khususnya masyarakat Tenganan.

Kain Songket

Indonesia yang memiliki geografis berpulau-pulau ternyata juga menyimpan banyak kekayaan budaya. Dan salah satu budaya yang banyak dikenal dan bermanfaat dalam dunia tekstil adalah kain songket yang berasal dari daerah Minangkabau. Songket jika diartikan bahasa melayu adalah mengait artinya. Jadi sebagaimana nama kainnya, kain ini pembuatannya dengan cara mengaitkan benangkan dalam menenunnya.

Dalam kain songket ini memiliki motif khas Minangkabau, diantara motif yang sangat dikenal diantarannya buah palo, saik kalamai, barantai merah, dan barantai putiah. Kemudian munculah motif motif modern yang biasa digunakan sebagai bahan busana muslim etnik dengan kesan elegan.

Kain Sasirangan

Kain tradisional populer berikutnya adalah kain Sasirangan yang berasal dari suku Banjar Kalimantan Selatan. Nama Sasirangan ini berasal dari kain yang dijahit dengan manual menggunakan tangan yang dijelujurkan benangnya. Bahan dasar kain ini berasal dari bahan katun yang selanjutnya digambar motif khas Banjar dan barulah disirang sesuai motif yang akan dipakai.

Pada umumnya corak yang yang ada pada kain tradisional ini adalah menggambarkan khas alam dan budaya suku Banjar Kalimantan. Pilihan yang ditawarkan ada sampai 30 motif yang populer karena sangat disukai oleh banyak wisatawan sebagai oleh-oleh.

Kain Tapis

Kain sulam yang berasal dari Lampung ini juga sudah sangat populer. Kain ini dibuat oleh para gadis Lampung yang dikerjakan dirumah-rumahnya menjadi kain yang diproduksi secara home industri sehingga satu lembar kain ini prosesnya sampai jadi memmerlukan waktu yang lama sekitar beberapa bulan. Uniknya kain ini motif dan corak yang ditampilkan merupakan gambaran dari pribadi sang pembuat. Sehingga setiap jenis kain ini memiliki kekhasan tersendiri.

Kain Tapis pada umumnya memiliki warna gelap yang berasal dari warna alami saat pembuatannya. Selanjutnya pewarnaan alami pada proses pembuatannya diteruskan dengan proses penyulaman menggunakan benang emas dengan menampilkan motif berupa flora, fauna, piramida dan zig zag.

Aplikasi Kain Tradisional Menjadi Busana Muslim Etnik

sumber : https://magazine.hijup.com

Pada umumnya desain busana muslim etnik dijadikan menjadi bahan salah satu item dalam busana. Namun sebenarnya kain tradisional ini juga bisa dijadikan busana muslim seutuhnya. Faktanya para desainer memilih untuk menggabungkan kain tradisional dengan kain modern supaya kesan yang diinginkan mampu tampil saat digunakan.

Pada busana muslim etnik, kain tradisional ini memberikan karakter kuat kesan yang ditampilkan dan menjadi soft promosi parawisata. Namun yang menjadi perhatiannya adalah inovasi dari desain busana muslim yang semakin luas dan fleksibel di zaman modern. Nah untuk apa saja aplikasi kain tradisional ini pada umumnya ? Selengkapnya kami bahas di bawah ini.

Outer

Outer atau outfit menjadi salah satu item busana sebagai penyempurna dalam penampilan baik itu di berbagai macam busana terutama pada busana muslim etnik. Motif modern kain tradisional bisa menjadi penampilan yang berkesan harmonis dan elegan jika memiliki warna senada dan desain yang luar biasa. Outter ini bisa dari kain batik, kain tenun, kain sulam dll. Nah bagi kamu yang suka item pakaian outer bisa dicoba menggunakan kain tradisional sebagai bahannya.

Skirt Over Pants

Desain Skirt Over Pants ini juga cukup populer sebagai desain modern yang bisa diaplikasikan pada berbagai penampilan salah satunya dalam busana muslim etnik. Skirt Over Pants bisa berasal dari bahan kain tradisional yang memadukan dengan kain modern dengan warna yang kontras sehingga menampilkan kesan denagn suasana baru yang lebih ceria dan modis. Namun aplikasi ini pada umumnya hanya digunakan oleh kaum wanita saja. Namun, ada yang juga ditampilkan oleh laki-laki seperti desain busana tradisional khas salah satu daerah di Indonesia.

Kaftan

Bahan kaftan biasanya kain polos dengan warna gelap atau terang. Namun kali ini pakaian kaftan bisa ditampilkan menggunakan bahan kain tradisional yatu kain tenun. Kaftan dengan kain tradisional tenun mampu memberikan kesan mewah yang dipaduka dengan celan warna emas.

Draperi

Desain draperi yang mengggunakan kain tradisional bisa menjadi suasan baru yang mampu menampilkan kemewahan. Namun draperi juga bisa dikreasiakan menjadi busana muslim etnik dengan bahan kain tradisional. Model pakaian yang sangat cocok untuk dipakai menghadiri acara-acara resmi seperti pesta ini memang agak ribet dalam menyiapkan penampilan. Tetapi bagi para wanita hal ini sudah biasa dan bukan menjadi halangan untuk berpenampilan lebih cantik dan elegan.

Cara Merawat Busana Muslim Etnik

sumber : https://tabloidnyata.com

Busana muslim etnik memang tidak semua bahannya dari kain tradisional, namun perlakuannya terhadap busana ini harus tepat dan baik supaya bisa awet dan kualitasnya terjaga. Nah bagi kamu yang memiliki busana etnik tidak perlu cemas bagaimana cara merawatnya. Di sini kami akan bahas bagaimana cara yang tepat merawatnya supaya memiliki kualitas kain yang tetap terjaga. Dan caranya pun juga cukup mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal. Mari simak ulasan cara merawat busana muslim etnik di bawah ini.

Cuci Menggunakan Tangan

Zaman modern membuat manusia malas melakukan proses pencucian baju dengan cara manual. Karena mesin cuci harganya terjangkau dan menjadi solusi melakukan pekerjaan. Tetapi ternyata tidak semua pakaian bisa aman dan bersih dicuci menggunakan mesin cuci. Ada pakaian-pakaian tertentu yang harus tetap di cuci menggunkan tangan supaya bahannya tidak cepat rusak dan kualitas kainnya bisa terjaga, salah satunya adlah busana muslim etnik.

Selain itu dalam proses pencucian ada yang tepat menggunakan air dingin dan ada juga yang cocok menggunakan air hangat. Nah untuk bahan tradisional sebaiknya menggunakan air dingin untuk menghindari kerusakan pada serat kainnya. Seperti halnya kain tradisional yang rentan dicuci menggunakan mesin cuci adalah kain batik, kain dengan bahan tipis dan pewarnaan alami ini lebih aman dicuci menggunakan tangan dengan menguceknya secara perlahan-lahan supaya tidak merusak warna dan serat kainnya.

Rendam Busana Etnik

Merendam busana etnik tidak lebih dari 5 menit saja. Proses merendam ini sebenarnya pakaian bisa beradaptasi sebelum dilakukan pengucekan agar kotoran lebih lunak dan tidak merusak warna kain. Jika merendam menggunakan sabun atau deterjen karena pakaian terkena noda, pakailah deterjen yang memiliki bahan ringan dan aman seperti sabun cair atau deterjen cair. Tetap merendamnya tidak lebih dari 5 menit supaya warna tidak pudar sehingga kualitas bisa tetap terjaga.

Kemudian yang perlu dihindari berikutnya adlah jangan menyikat noda karena pasti akan merusak serat kain dan memberikan bekas yang menurunkan penampilan kain atau pakaian. Cukup dikasih sabun pada noda kemudian menguceknya secara perlahan saja. Setelah pencucian selesai jangan menggunakan pengering mesin cuci, cukup diperas secara perlahan saja dan siap di jemur. Oo.. iya jangan lupa membilas pakaian sampai benera benar bersih dari busa sabun supaya bahan sabun tidak merusak serat kain.

Jemur Di Tempat Teduh Dan Menyimpan Di Tempat Kering

Menjemur busana muslim etnik jangan langsung terpapar oleh sinar matahari. Cukup cari tempat teduh yang dilalui angin maka biarkan pakaian sampai kering. Cara seperti ini akan menyelamatkan warna pakaian supaya tidak pudar sehingga kualitasnya tetap awet dan terjaga. Selain itu kain tradisional ada yang bahannya mudah lapuk jika tertapapar oleh panas yang tinggi maka menjemur ditempat teduh bisa menyelamatkan bahan menjadi awet.

Setelah kering lakukan penyimpanan yang tepat. Sebelum menyimpan sebaiknya dirapikan dahulu dengan menyetrika pada suhu yang tepat supaya tidak merusak kainnya. Jika busana muslim enik sering dipakaian bisa disimpan dengan cara melipat, tetapi jika jarang dipakai sebaiknya pakaian disimpan dengan cara di gantung dan dimasukkan dalam lemari yang kering agar tidak mudah terserang jamur yang membuat penampilan menjadi berkurang.

Busana Muslim Etnik Sebagai Simbol Dan Keindahan Budaya

sumber : http://batikmurahh.blogspot.com

Indonesia yang kaya dengan budaya dan adat istiadat tidak menjadi halangan ajaran Islam mengasimilasi budaya tersebut, Salah satunya lewat fashion. Nah menjadikan kain tradisional menjadi bahan pembuatan busana muslim etnik bisa menjadi salah cara mengenalkan simbol dan keindahan budaya Indonesia.

Perkembangan fashion muslim banyak desainer memeras otak menciptakan desain yang inovatif dan fleksibel yang memasukkan berbagai macam budaya salah satunya kain tradisional ini. Sehingga di Indonesia yang mayoritas beragama Islam bisa mengenalkan budaya dan kekhasan daerahnya dan kaintradisional juga bisa semakin dikenal dan berkembang dengan inovasi modern yang terus mengalami perubahan.

Demikian pembahasan tentang busana muslim etnik yang menampilkan jenis kain tradisional populer di Indonesia, aplikasi dalam pakaian, cara merawatnya dan menjadi simbol keindahan budaya Indonesia. Semoga artikel selanjutnya kami bisa mengulas lebih jauh tentang manfaat kain tradisional dalam dunia fashion muslim yang bisa menjadi karakter khas bagi muslim Indonesia. Semoga bermanfaat.

Leave a response

7 − 5 =