0 items in your shopping cart

No products in the cart.

BAHAN RAYON : Asal-usul, Kelebihan, Karakteristik, Jenis

Bahan Rayon berasal dari serat rayon yang dihasilkan dari proses regenerasi selulosa. Sumber untuk mendapatkan selulosa untuk bahan rayon berasal dari pulp kayu yang di larutkan, dinding sel tumbuhan, dan katun. Meskipun bahan dasar kain rayon adalah bagian dari tumbuhan, kain rayon bukanlah berasal dari serat alami atau murni serat sintetis.

Bahan rayon ini dulunya merupakan hasil dari penelitian untuk menciptakan kain sutra tiruan. Penelitian ini untuk menciptakan kualitas kain yang serupa kain sutra dengan harga yang murah. Akhirnya penelitan berhasil dan terciptalah bahan rayon ini. Kain rayon pada umumnya menggunakan bahan baku dari pohon. Dan pohon yang sering digunakan sebagai bahan baku adalah pohon hemlock, cemara, dan pinus.

Seiring perkembangan industri tekstil, bahan rayon berkembang dan memiliki berbagai jenis kain rayon yang berasal dari bahan campuran lainnya dan memiliki karakteristik kain yang berbeda-beda. Bahan rayon yang di campur dengan bahan lainnya menghasilkan jenis kain diantaranya kain katun rayon, polyester rayon, linen rayon, dll.

Asal-Usul Ditemukannya Bahan Rayon

bahan rayon

sumber : http://adhiputrabusana.com/

Pada masa lalu, kain yang memiliki kualitas baik dan populer di semua orang adalah kain sutra. Namun pada tahun 1860 di negara Prancis terjadi wabah penyakit ulat sutra, sehingga bahan baku untuk pembuatan kain sutra tidak bisa didapatkan. Kemudian dua orang Prancis yang bernama Louis Pasteur dan Cout Hilaire de Chardonnet melakukan penelitian untuk menciptakan sebuah kain baru yang mirip dengan sutra. Awalnya, kedua orang ini mengamati proses dari pembuatan kain sutra dan mereka mencoba melakukan percobaan dan menemukan serat baru yang dihasilkan dari pulp kayu. Kemudian hasil penelitian mereka itu dipatenkan.

Pemberian nama ‘Rayon’ bukan dilakukan oleh kedua orang penemu serat ini. Tetapi, nama rayon yang memberikan adalah sebuah instansi yang bernama Federal Trade Commission (FTC) di tahun 1925. Pada tahun itu juga bahan rayon berkembang dan populer menjadi sebuah industri. Rayon asli ini berasal dari dua jenis bahan baku, pertama berasal dari serat selulosa alami dan jenis kedua berasal dari asetat yang terbuat dari senyawa selulosa. Kedua jenis rayon ini populer dengan nama rayon viskosa.

Sayangnya, rayon vikosa pada penggunaan memiliki kelemahan kain yang cukup rapuh. Sehingga pada tahun 1955 ada inovasi supaya rayon bisa menjadi kain yang memiliki serat yang kuat. Kemudian munculah kain yang bernama HWM (High Wet Modulus) yang digunakan sebagai bahan pakaian.

Kain Rayon Viskosa

sumber : https://pusathijabterbaru.com/

Kain rayon viskosa pada umumnya bisa dibuat dari serat selulosa pohon eucalyptus, bambu, tebu, beech, pinus, hemlock, dll. Kelebihan kain rayon vikosa pada penampilan seperti kain sutra, namun jika dipakai seperti kain katun. Untuk menghasilkan kain rayon vikosa ini ada beberapa proses pembuatan yang harus dilakukan. Di bawah ini adalah tahapan dari proses pembuatan kain rayon vikosa.

  • Untuk mendapatkan bubur kayu dengan warna kecoklatan, langkah pertama adalah memotong-motong kayu menjadi kecil. Kemudian potongan kayu tersebut diberi larutan kimia yang bernama NaOH yaitu Sodium hydroxide atau Natrium hidroksida.
  • Setelah menjadi bubur kayu atau pulp, kemudian akan dilakukan prose berikutnya dengan menambahkan larutan soda kaustik. Bahan kimia ini berfungsi untuk menghilangkan noda dan bubur kayi ini menjadi larutan alkali.
  • Kemudian larutan alkali dimasukkan dalam mesin rol yang berfungsi untuk menghilangkan cairan pada larutan sehingga menyisalkan bubur padat untuk pembuatan sebuah lembaran.
  • Proses setelah menjadi lembaran, kemudian akan dimasukkan pada mesin pengiris sehingga menjadi bentuk remahan.
  • Dari bentuk remahan tadi akan diproses kimia dengan menggunakan CS2 atau karbon disulfida. Sehingga menghasilkan sebuah larutan kental dan proses ini dikenal dengan vikosa, dan nama vikosa menjadi nama jenis kain.
  • Larutan kental kemudian disaring dan menghilangkan gas atau gelembung udara pada tahap degassing supaya serat menjadi padat dan tidak gampang sobek.
  • Barulah memulai pemintalan dengan mesin yang menghasilkan benamh tipis yang disebut filamen. Selanjutnya filaen mengalami pemintalan kembali sampai menghasilkan benang, dan terakhit di tenun hingga menjadi lembaran kain.

Kegunaan Kain Rayon Viskosa

sumber : https://www.blibli.com/

Bahan Baku Pakaian

Bahan rayon sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pakaian. Tekstur kain yang mirip dengan kain sutra membuat pakaian memiliki kesan mewah dan dari sisi harga cukup murah. Kenapa bahan rayon disukai oleh banyak kalangan, karena jika digunakan kain ini memiliki sifat seperti kain katun, yang mudah menyerap keringat dan adem.

Bahan rayon juga ada yang memiliki tekstur seperti kain beludru, sehingga kain rayon sering digunakan sebagai bahan baku pakaian seperti blouse, kaos, dll. Kain rayon viskosa juga sering digunakan untuk pakaian out door atau luar ruangan.

Bahan Tirai

Kegunaan lainnya kain rayon viskosa adala sebagai bahan baku pembuatan tirai untuk jendela. Kesan mengkilap pada permukaan kain rayon, membuat penampilan dalam rumah tampak mewah.

Bahan Kasur Tahan Api

Bahan rayon viskosa aslinya kainnya rapuh. Namun dengan menambahkan bahan campuran pada kain ini, maka kain ini bisa menjadi kain super yang tahan api. Campuran untuk menambahkan kain rayon viskosa agar menajdi kuat adalah silika. Sehingga pada suhu yang tinggi campuran silika dan viskosa mampu membentuk bahan yang mampu menahan api.

Bahan Lapisan Pelindung Kasur

Untuk melindungi kasur dari tumpahan air yang tidak diinginkan, maka rayon viskosa dicampur dengan katun dan polyester mampu memberikan perlindungan supaya kasur tidak langsung basah.

Bahan Kertas Kaca

Ternyata bahan kertas kaca berasal dari bahan rayon viskosa karena bahan ini tahan terhadap air, udara dan bakteri.

Karakteristik Bahan Rayon

sumber : https://tokokainmurah.com/

Tidak Mudah Kusut

Kain yang tidak mudah kusut sangat disukai oleh banyak kalangan. Sehingga membuat perawatan kain ini cukup simpel, karena tidak harus menyetrika dahulu untuk pemakaian. Selain itu membuat penampilan pakaian tetap bagus walaupun sudah berkativitas lama.

Kain Berkilau

Kain tiruan sutra ini juga memiliki kilauan pada permukaan kain. Banyak kalangan menyukainya karena harga kain lebih murah daripada kain sutra. Sehingga untuk tampil mewah bisa cukup dengan bahan rayon saja.

Tekstur Lembut

Kain rayon memiliki tekstur lembut karena bahan ini terbuat dari semi serat alami, Ketika bahan rayon dipakai akan terasa halus di kulit dan mampu memberikan kenyamanan penggunanya.

Serat Mengandung Oksigen, Hydrogen dan Karbon

Serat bahan rayon mengandung unsur kimia yaitu oksigen, hydrogen dan karbon sehingga kain ini memiliki sifat adem ketika digunakan layaknya kain katun.

Kain Licin

Kain yang licin biasanya dalam penggunaan pakaian kelemahannya sulit di bentuk. Namun kain tidak gampang kusut jika digunakan.

Daya Serap Air Tinggi

Memiliki sifat daya serap air tinggi dalam penggunaan pakaian, membuat pengguna tidak gampang merasa gerah jika digunakan di cuaca yang panas.

Kelebihan Bahan Rayon

  • Daya Serap Baik

Kain yang memiliki sifat daya serap air yang baik ini merupakan kelebihan kain rayon. Sehingga bahan rayon dalam penggunaan sebagai pakaian membuat nyaman pengguna meskipun di cuaca yang panas. Bahan rayon sangat cocok digunakan di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia.

  • Bahan Ringan

Kain rayon memiliki bobot yang ringan sehingga banyak produsen pakaian menyukainya. Selain digunakan sebagai pakaian, bahan rayon juga digunakan sebgaia bahan mukena. Tekstur yang mengkilap sangat cocok sebagai mukena.

  • Tekstur Lembut

Kelebihan kain rayon berikutnya adalah memiliki tekstur yang lembut seperti kain sutra. Tekstur yang lembut ini memberikan kenyamanan kulit jika sedang digunakan. Untuk yang sedang memilki masalah dengan kulit, bahan rayon sangat cocok untuk digunakan.

  • Bahan Berpori-pori

Layaknya ventilasi udara pada sebuah bangunan. Kain rayon juga memiliki pori-pori terbuka pada kain. Sehingga pada cuaca panas kain ini dapat mengalirkan udara dari luar sehingga tidak gampang gerah saat dipakai.

  • Memiliki Aneka Warna

Pilihan warna yang beragam kain rayon karena bahan ini mudah untuk diwarnai. Dan pilihan warna kain rayon bisa menjadi salah satu pilihan warna yang disukai oleh pengguna sehingga kain ini semakin populer. Pilihan warna kain rayon terdiri dari warna-warna yang cenderung cerah.

  • Mudah Dikombinasikan

Maksud mudah dikombinasikan adlah bahan rayon mudah untuk dicampur dengan bahan lainnya sehingga menciptakan jenis baru kain rayon, seperti rayon spandek, rayon jersey, dll. Kombinasi bahan ini akan menambah kelebihan dari bahan rayon dan pilihan yang beragam.

  • Harga Murah

Kain yang gampang didapatkan dipasaran ini memiliki harga yang murah. Namun memiliki kualitas kain cukup baik. Untuk menciptakan penampilan yang terbaik, bisa dicoba menggunakan kain rayon sebagai bahan pakaian sehari-hari.

Kekurangan Bahan Rayon

  • Sulit Meluruskan Kain

Jika kain ini mengalami kusut, maka akan sulit untuk mengembalikan pada bentuk semula. Karena kain ini memiliki sifat getas pada seratnya seperti sebuah benda patah yang sulit untuk dikembalikan pada bentuk semula.

  • Gampang Luntur

Pada pencucian, kain rayon memiliki kelemahan gampang luntur. Sehingga untuk mencuci sebaiknya disendirikan pakaian yang berbahan rayon.

  • Gampang Berbau

sifat kain yang mudah menyerap keringat, sehingga kain ini sekaligus memiliki kelemahan yaitu membuat kain gampang berbau. Sehingga tidak cocok dipakai oleh orang yang memiliki bau badan menyengat.

  • Kain Licin

Kain yang licin ternyata menjadi kelemahan kain. Karena kain sulit di bentuk, apalagi jika digunakan sebagai bahan jilbab.

  • Mudah Menyusut

Penyusutan kain karena faktor kain berasal dari serat tumbuhan. Selain itu faktor berikutnya adalah jika cara mencuci yang salah bisa membuat kain mengalami penyusutan juga.

  • Kain Tipis

Selain tipis kain ni juga menerawang. Tetapi tidak semua jenis rayon menerawang, ada jenis yang terbaik yang tidak menerawang.

  • Gampang Terbakar

Kelemahan berikutnya kain ini adlah tidak tahan pada suhu yang tinggi. Sehingga kain gampang terbakar jika disetrika pada suhu panas yang tinggi.

  • Proses Pembuatan Rumit

Proses pembuatan kain rayon cukup rumit sehingga dalam pembuatan kain ini beresiko tinggi karena terdapat senyawa kimia yang berbahaya.

Jenis-jenis Bahan Rayon

Untuk menciptakan kualitas kain yang lebih baik, maka dilakukan inovasi mencampurkan bahan lainnya dengan bahan rayon. Sehingga terciptalah beberapa jenis kain rayon dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Apa saja jenis-jenis rayon dari hasil campuran bahan rayon dengan bahan serat lainnya ? Selengkapnya bisa di cek di bawah ini.

Rayon Jersey

Bahan jersey banyak digunakan sebagai bahan kaos, gamis, dan bahan ini juga gampang didapatkan dipasaran. Kain jersey sendiri adalah kain dari campuran dari bahan sintetis, katun dan wool. Campuran serat jersey dengan serat rayon maka akan menghasilkan kain rayon jersey.

Rayon Spandek

Kain rayon spandek sering digunakan sebagai bahan untuk kaos olahraga, gamis, jilbab. Rayon spandek memiliki ciri warna yang cerah, lembut, elastis sehingga lebih nyaman digunakan.

Rayon Crinkle

Rayon Crinkle memiliki keunikan pada permukaannya, yaitu permuakan yang kusut atau berkerut seperti tekstur yang dimiliki kain crepe. Rayon yang bisa di buat crinkle adlah rayon yang berkualitas sehingga kain tersebut akan menjadi kuat dan tidak mudah sobek.

Rayon Polyester

Bahan rayon polyester populer dengan nama rayon PE yang terbuat dari campuran serat rayon dan serat polyester. Sehingga menciptakan kain kualitas dan harga tinggi.

Cara Merawat Bahan Rayon

  • Pencucian Yang Benar

Pada pencucian bahan rayon diperlukan cara mencuci yang benar. Kelemahan warna kain yang mudah pudar dan kain gampang menyusut, maka setiap jenis kain rayon memiliki perawatan yang sedikit berbeda-beda.

  • Rendam Air Dingin

Jika bahan rayon terkena noda atau kotor, sebelum di cuci sebaiknya direndam di dalam air dingin dahulu. Supaya mudah dalam menghilangkan noda ketika mencucinya. Selain itu jangan menggunakan deterjen yang terlalu kuat, karena deterjen yang terlalu kuat memiliki sifat panas yang kuat, padahal kain tidak tahan dengan suhu panas yang kuat. Maksimal merendam 30 menit dan jangan sampai melebihi batas tersebut supaya kain terawat.

  • Kucek Dengan Tangan

Noda membandel pada pakaian kadang dihilangkan dengan cara menyikat. Tindakan menyikat ini akan merusak tekstur kain dan membuat kain menjadi rusak. Untuk membersihkan kotoran cukup kucek dengan tangan sesuai porsi kotoran pada pakaian.

  • Jangan Pakai Pemutih

Pemutih pakaian memiliki sifat panas yang tinggi, membuat pakaian bisa lapuk, Jika ada noda membandel bisa dicoba yang lebih alami yaitu campur baking soda dan sedikit lemon, kemudian aplikasikan pada noda dan biarkan sebentar lalu kucek dengan tangan.

  • Keringkan Dengan Menjemur

Pengering pada mesin cuci bisa merusak tekstur kain, sehingga lama-kelamaan kain akan mengalami kerusakan dengan cepat. Supaya kain awet, jemur pakaian bahan rayon di tempat yang tidak terkena matahari langsung agar warna tidak cepat pudar.

  • Setrika Temperatur Rendah

Semua bahan rayon sangat rentan dengan suhu panas. Sehingga jika menyetrika gunakan setrika otomatis, agar bisa mengatur suhu pada panas yang terendah.

  • Penyimpanan Kain Rayon

Setelah pakaian selesai disetrika, sebaiknya di simpan di almari dengan cara di gantung. Hindarkan pakaian bahan rayon dari tempat yang lembab, karena akan menyebabkan jamur pada kain.

Nah, uraian tentang asal usul rayon, proses pembuatan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, jenis-jenis kain rayon, serta cara merawat bahan pakaian rayon sudah tuntas dijelaskan di atas tadi. Bagi anda yang sebelumnya buta tentang bahan rayon, semoga setelah membaca uraian di atas sudah bisa memahami dengan mudah, dan anda bisa mengenal bahan rayon secara utuh. Sehingga ketika membeli atau membuat pakaian bisa memilih bahan yang tepat dan merawat pakaian berbahan rayon dengan benar sesuai cara merawat bahan rayon di atas.

Leave a response

9 − six =