0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Syarat dan Rukun Puasa dalam Islam Menapaki Jalan Ibadah

Apa saja syarat dan rukun puasa? Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Muslim. Setiap tahunnya, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan sebagai bentuk pengabdian dan ketaatan kepada Allah SWT. Puasa memiliki syarat dan rukun yang harus dipatuhi agar ibadah ini diterima dan memberikan manfaat spiritual bagi pelakunya. Artikel ini akan menjelaskan pengertian puasa serta syarat dan rukun puasa. Berikut adalah gambaran tentang syarat dan rukun puasa dalam Islam.

Pengertian Puasa Serta Syarat dan Rukun Puasa

syarat dan rukun puasa

Puasa adalah suatu bentuk ibadah yang dilaksanakan oleh umat Islam sebagai salah satu rukun Islam. Secara umum, puasa merujuk pada tindakan menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas-aktivitas tertentu dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama bulan Ramadan. Ramadan adalah bulan suci dalam agama Islam di mana Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Puasa bukan sekadar menahan diri secara fisik, tetapi juga mencakup aspek spiritual, sosial, dan moral. Ibadah puasa tidak hanya menuntut ketaatan fisik, tetapi juga melibatkan kesadaran, pengendalian diri, dan peningkatan spiritual. Puasa juga menjadi waktu yang diarahkan untuk memperkuat ikatan dengan Allah, memperdalam rasa empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung, serta memperbaiki karakter dan perilaku.

Selain puasa wajib selama bulan Ramadan, ada juga puasa sunnah yang dapat dilakukan di hari-hari tertentu di luar bulan Ramadan, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa pada hari-hari tertentu dalam bulan-bulan lainnya.

Syarat dan Rukun Puasa

syarat dan rukun puasa

Syarat Wajib Puasa

syarat dan rukun puasa

PBNU KH Zakky Mubarak menjelaskan bahwa puasa memiliki persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh orang yang diwajibkan untuk melaksanakannya. Berikut adalah penjelasan mengenai persyaratan tersebut:

Beragama Islam

Sebagai dasar utama, seseorang yang diwajibkan untuk berpuasa harus memeluk agama Islam. Puasa merupakan salah satu rukun Islam, sehingga hanya orang-orang yang menganut agama Islam yang diwajibkan untuk melaksanakannya.

Berakal

Selain itu, orang yang diwajibkan berpuasa diharapkan memiliki akal yang sehat. Keberadaan akal merupakan syarat penting agar seseorang dapat menjalankan ibadah dengan pemahaman dan niat yang benar.

Baligh atau Dewasa

Syarat ketiga adalah bahwa seseorang yang diwajibkan berpuasa harus telah mencapai usia baligh atau dewasa. Ini menunjukkan kematangan fisik dan mental yang diperlukan untuk menjalankan puasa dengan penuh tanggung jawab.

Mampu Berpuasa

Terakhir, orang tersebut harus mampu secara fisik dan kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa. Kecakapan ini melibatkan kemampuan untuk menahan diri dari makan dan minum selama periode tertentu, serta ketahanan fisik yang memadai.

Syarat Sah Puasa

syarat dan rukun puasa

Beragama Islam

Puasa merupakan salah satu rukun Islam, oleh karena itu, syarat pertama adalah bahwa pelaksana puasa harus memeluk agama Islam. Ini menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah yang spesifik untuk umat Islam dan merupakan ekspresi kesetiaan terhadap ajaran agama.

Mumayyiz

Syarat kedua adalah bahwa pelaksana puasa harus mumayyiz, yaitu seseorang laki-laki atau perempuan yang telah mampu membedakan kebaikan dan keburukan. Mencapai tingkat kematangan yang memadai untuk memahami dan melaksanakan ibadah puasa dengan kesadaran penuh.

Suci dari Haid dan Nifas

Seorang yang hendak berpuasa harus berada dalam keadaan suci dari haid dan nifas. Hal ini menekankan bahwa puasa dijalankan dalam keadaan tubuh yang bersih dan suci, memungkinkan seseorang untuk sepenuhnya fokus pada aspek ibadah tersebut.

Dikerjakan pada Waktu yang Diperbolehkan Puasa

Syarat terakhir mencakup waktu pelaksanaan puasa. Dilarang berpuasa pada hari-hari tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri pada 1 syawal, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah, dan Hari Tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah). Pembatasan ini diterapkan untuk menegaskan pentingnya merayakan momen-momen tersebut secara khusus, dan untuk menyesuaikan waktu ibadah puasa dengan ketentuan agama.

Rukun Puasa

syarat dan rukun puasa

Niat

Niat merupakan rukun puasa yang diwajibkan sejak malam sebelumnya atau sebelum terbit fajar. Niat ini dilakukan dalam hati sebagai tanda keseriusan dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah puasa.

Menahan Diri dari Makan, Minum, dan Perkara yang Membatalkan Puasa

Rukun puasa yang utama adalah menahan diri dari makan, minum, dan segala bentuk perilaku yang dapat membatalkan puasa. Mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari di waktu Maghrib.

Berdasarkan Firman Allah SWT:

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

“Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.” (QS. al- Baqarah, 2: 187).

Sambut Ramadhan kamu dengan gamis dan sarimbit Ethica, di Ethica Collection dengan varian desain dan warna yang beragam. Pastinya dapat melengkapi Ramadhan kamu dengan penampilan terbaik.

Kesimpulan

Dengan memahami syarat dan rukun puasa, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Syarat dan rukun puasa harus dipenuhi oleh seseorang yang akan melaksanakan puasa. Puasa tidak hanya menjadi kewajiban formal, tetapi juga kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas spiritual serta moral individu. Dengan artikel diatas semoga anda dapat memahami pengertian puasa serta syarat dan rukun puasa. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT dan membawa berkah dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a response

18 − 7 =