0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Mengenal Kain Sutera

Kain Sutera adalah salah satu kain mahal yang sangat populer dari zaman dulu hingga di era milenial sekarang. Kain sutera banyak digunakan oleh raja-raja dan bangsawan karena kain sutera yang digunakan sebagai pakaian, dulu merupakan simbol strata sosial kelas menengah atas dalam masyarakat. Kenapa harga kain sutera mahal ? Karena sumber bahan kain sutera sangat unik, yaitu dari kepompong ulat sutera. Selain itu, kain sutera memiliki kualitas kain terbaik, yaitu adem dan memiliki struktur serat berbentuk seperti prisma segitiga sehingga kain ini tampak kemilau disebabkan pembiasan cahaya dari struktur serat kain sutera tersebut.

Mitos Asal-usul Kain Sutera

sumber : https://id.shenyunperformingarts.org/

Tokoh Cina masa lalu seperti Konfusius dan tradisi Cina menceritakan asal usul kain sutera dalam tulisan-tulisannya. Pada abad ke 27 SM, ada sebuah kepompong ulat sutera yang kebetulan jatuh ke dalam sebuah cangkir teh seorang permaisuri yang memiliki nama Leizu. Ketika hendak meminumnya, maka sang permaisuri mengetahui ada yang aneh di dalam cangkir tehnya. Kemudian sang permaisuri mengambil dan membuka kepompong tersebut. Dari situlah sang permaisuri akhirnya mendapatkan ide untuk memanfaatkan kepompong ulat sutera itu untuk ditenun menjadi kain.

Sebelum ide dilakukan, suaminya sang kaisar Kuning melakukan pengamatan kehidupan ulat sutera. Dari hasil pengamatannya, maka direkomendasikan untuk membudidayakan ulat sutera ini. Dari cerita inilah mitos asal usul kain sutera di temukan, sehingga permaisuri Leizu mendapat julukan dewi sutera.

Sejarah Kain Sutera

sumber : https://www.tekstil.id/

Sejarah kain sutera menurut catatan tradisi Cina ditemukan sejak abad ke 27 SM. Penggunaan bahan sutera saat itu masih terbatas di dalam negeri Cina saja. Pada 500 tahun setelahnya SM, kain sutera mulai dijual di beberapa titik yang disebut jalur sutera. Masih satu milenium berikutnya SM, kain sutera masih dikuasai oleh Cina. Fungsi bahan sutera saat itu juga mengalami perkembangan, tidak hanya sebagai bahan pakaian, tetapi kain sutera juga digunakan sebagai aplikasi lainnya salah satunya sebagai tulisan.

Perkembangan bahan sutera berkembang kesejumlah negeri di luar Cina sekitar abad 3. Jepang membudidayakan ulat sutera sekitar 300 M. Sedangkan Bizantium, jika sekarang Eropa, mengembangkan budidaya ulat sutera sekitar 522 M. Tidak ketinggalan juga, bangsa Arab bisa memproduksi kain sutera dalam waktu yang sama dengan Bizantium. Penyebaran telur ulat sutera di luar negeri Cina, berakibat menurunnya ekspor kain sutera Cina. Namun pasar sutera mewah masih di dominasi oleh Cina.

Ulat sutera di bawa ke Eropa Barat di saat perang Salib, khususnya di negara Italia. Negara Eropa melihat peluang kain sutera mampu meningkatkan perekonomian negara dengan perdagangan ekspor bahan sutera. Teknik manufaktur mengalami perkembangan dengan berubahnya alat pemintal yang kuno menjadi alat pemintal dengan alat berupa roda. Perancis dan Italia di abad ke 16 telah berhasil mengembangkan perdagangan kain sutera di saat banyak negara-negara lain gagal dalam industri sutera.

Revolusi industri yang terjadi di Eropa juga sangat banyak membantu merubah industri sutera di pasar Eropa.Teknologi baru alat pemintal meningkatkan efesiensi produksi bahan sutera. Salah satu teknologi yang berkembang adalah mesin tenun Jacquard untuk bordir sutera. Produksi sutera juga sempat terhenti karena faktor alam, yaitu musibah wabah penyakit ulat sutera di Perancis. Sehingga pada abad ke 20 Cina dan Jepang kembali menguasai pasar kain sutera. Saat ini, Cina menjadi produsen terbesar kain sutera di dunia.

Situs-situs budaya Yangshao di Xia, Shanxi, antara 4000 dan 3000 SM menjadi bukti pertama ditemukannya kain sutra. Pada situs tersebut terdapat kepompong sutera yang telah terpotong pisau tajam menjadi dua. Hasil identifikasi menyimpulkan bahwa ini spesies Bombyx mori, yakni ulat sutra yang dipelihara. Pada situs-situs budaya Hemudu di Yuyao, Zhejiang, pada periode sekitar 4000 SM, juga ditemukannya alat tenun primitif. Sebuah budaya Liangzhu di situs Qianshanyang di Huzhou, Zhejiang, pada periode 2700 SM, juga ditemukan isi forum sutera. Serta bukti lain tentang sutera juga terdapat pada makam kerajaan di Dinasti Shang (1600-1046 SM).

Proses Ulat Sutera Menjadi Kain Sutera

sumber : https://www.greelane.com/

  • Ulat murbei memakan daun murbei
  • Proses ulat bermetamorfosis menjadi kepompong selama 3 hari
  • Waktu yang diperlukan kepompong hingga menjadi kupu-kupu dibutuhkan waktu 11 hari
  • Kepompong sutera di panen ketika masih menjadi kokon
  • Sortir kokon dilakukan untuk membedakan kualitas kokon. Kualitas kokon pertama adalah berbentuk bulat karena menghasilkan benang yang tidak terputus
  • Untuk mematikan larva dan menghilangkan zat perekat dengan cara merebus kokon
  • Kokon mulai diambil benangnya dengan cara di dulung dengan mesin
  • Kemudian mulai penunan benang menjadi kain sutera.

Karakteristik Kain Sutera

Mengenal karakteristik kain sutera sangat diperlukan, supaya ketika membeli kain ini bisa tahu kain sutera yang benar- benar asli. Karena dengan berkembangnya teknologi garmen, maka banyak tiruan jenis kain seperti kain sutera. Padahal kain tersebut bukan kain sutera. Jadi, apa saja karakteristik dari kain sutera asli itu ? Karakteristik bahan sutera asli selengkapnya bisa kita lihat di bawah ini.

Kain Halus

Sutera yang asli memiliki kain yang sangat halus, untuk membuktikan bisa dengan cara meraba kain ini. Yang membuat kain ini bisa sangat halus adalah kandungan serat bahan pembuatan kain sutera ini, yaitu kandungan fibroin (protein ulat sutera) yang memiliki prosentase 80% dan kandungan sericin (karet sutera) dengan prosentase 20%. Kedua kandungan ini menjadi faktor utama kain sutera sangat halus.

Adem

Setelah halus dan lembut, bahan sutera juga memiliki karakteristik adem. Kain yang berasal dari serat alami sutera menjadikan kain ini memiliki karakteristik adem jika digunakan sebagai pakaian. Sifat adem ini sangat cocok sekali di gunakan di cuaca tropis seperti di Indonesia. Jenis kain ini sangat populer di negara-negara tropis karena kain ini mampu memberikan rasa adem pada kulit jika digunakan sebagai pakaian.

Kuat

Kekuatan kain sutera terletak pada serat kain yang rapat, sehingga kain ini memiliki kualitas kain nomer satu dan memiliki harga yang mahal. Jadi, salah satu karakteristik sutera asli adalah memiliki kain yang kuat karena memiliki kerapatan pada serat kainnya.

Permukaan Berkilau

Banyak jenis kain yang memiliki permukaan kain mengkilap, tetapi pada kain sutera bisa diketahui cirinya dengan memberikan cahaya sinar matahari atau caha lainnya secara langsung pada permukannya. Dari situ akan tampak kilauan pada permukaannya karena pada serat kainnya memiliki kandungan bahan yag mampu menciptakan kilauan cahaya. Jadi, jangan sampai terkecoh dengan sutera tiruan jika membeli.

Tidak Gampang Terbakar

Kain sutera asli memiliki karakteristik kain yang tidak gampang terbakar meskipun kain ini tipis. Kemudian jika terbakar kain ini akan menghasilkan bau seperti rambut yang terbakar. Sehingga salah satu karakteristik ini bisa untuk melihat perbedaan antara sutera asli dengan sutera tiruan, yaitu menggunting sedikit kainnya dan membakarnya. Jika kain sulit terbakar dan jika terbakar berbau seperti rambut terbakar, maka ini sutera asli. Sedangkan sutera tiruan mudah terbakar dan tidak menimbulkan bau rambut terbakar.

Mampu Menahan Sinar UV

Sinar UV dari matahari memiliki pengaruh buruk terhadap kulit. Akibat sinar UV kulit akan menjadi kemerah-merahan seperti terbakar dan bisa menyebabkan penyakit kanker kulit. Sutera asli bisa dikenali dengan menggunakan bahan sutera ini di bawah terik matahari langsung. Jika kain memberikan rasa adem dan sejuk bisa dipastikan kain tersebut adalah kain sutera asli. Dan jika pkaian yang digunakan di bawah terik matahari langsung tidak memiliki sifat adem tadi, justru malah terasa panas dikulit, maka bisa dipastikan bahan tersebut sutera palsu.

Jenis Kain Sutera

Kain sutera merupakan jenis kain premium sehingga harganya sangat mahal. Karena kain ini memiliki ciri dengan tekstur yang sangat lembut, permukaan kain berkilau, dan memberikan rasa adem dan sejuk saat digunakan. Ternyata kain sutera juga memiliki beberapa jenis kain turunannya. Apa saja jenis-jenis kain sutera tersebut ? Mari kita cek bersama selengkapnya di bawah ini.

  • Sutera Taffeta

Jenis kain sutra ini memiliki tekstur kain yang mengkilap dan permukaan kain yang lembut. Pada umumnya sutera taffeta dalam penggunaannya diberi aksesoris berupa ornamen bordir atau sulaman sehingga mampu memberikan kesan mewah jika digunakan sebagai pakaian

  • Sutera Raw

Jenis kain ini adalah jenis sutera alami dengan permukaan berkilau dan memiliki tekstur kain sedikit berserat. Jenis sutera ini berasal dari bahan 100% serat sutra alami sehingga jenis sutera ini harganya sangat mahal.

  • Sutera Dupion

Jenis sutera ini merupakan kain yang mirip dengan sutera raw. Tetapi jenis kain ini memiliki tekstur yang terlihat agak kusut dan memiliki ketebalan kain lebih tipis dibanding sutera raw.

  • Sutera Dupioni

Jenis kain sutera ini mirip dengan sutera dupion. Perbedaannya jenis kain ini sedikit lebih tebal dan memiliki tekstur dan corak kain mirip kain yang terkena hujan gerimis.

  • Sutera Thai

Jenis sutera ini memiliki ciri pada permukaan kain tampak mengkilap dan kain tidak kaku. Sehingga sangat nyaman digunakan sebagai bahan pakaian dan jenis sutera ini harganya sangat mahal.

  • Sutera Japan

Jenis sutera Japan memiliki karakteristik mirip dengan sutera Thai. Sutera Japan juga memiliki warna yang mirip dengan sutera Thai. Sehingga kedua jenis sutra tersebut kualitasnya sepadan.

  • Sutera Nep

Jenis kain sutra ini memiliki ciri kain dengan tekstur tipis seperti kaian sifon. Selain tipis jenis sutera ini juga memiliki corak dan tekstur garis-garis seperti kain sifon.

  • Sutera Paper

Jenis kain sutra ini memiliki ciri kain yang kaku seperti kertas. Namun permukaan kain ini cenderung halus, mengkilat, dan tipis. Jenis sutera ini pilihan warnanya didominasi oleh warna-warna pastel.

Perbedaan Sutera Asli dan Imitasi

Harga kain sutera yang mahal membuat banyak orang tidak bisa menjangkaunya. Sehingga dibuatlah sutera buatan atau imitasi. Bagi yang ingin membeli kain sutera atau pakaian yang berbahan sutera tidak tertipu, maka sebaiknya mengetahui dahulu perbedaan antara sutera asli dengan sutera imitasi.

Berikut ini beberapa tips mengenal sutera asli dengan sutera imitasi

Sutera Asli

sumber : http://chocodotdodolgarut.blogspot.com/

  • Warna sutera asli berkilau karena serat alami kandungan kepompong sutera
  • Sutera asli memiliki tekstur sangat halus, dan kain terasa adem saat disentuh meskipun suhu di sekitar panas
  • Membakar kain sutera tidak menimbulkan bau terbakar

Sutera Imitasi

sumber : https://indonesian.alibaba.com/

  • Warna tidak mampu menandingi kemilaunya sutera asli
  • Sutera imitasi tekstur kainnya tidak sehalus sutera asli
  • Membakar sutera imitasi menimbulkan bau terbakar dan sisa bahan yang terbakar.

Perawatan Kain Sutera

kain sutera

sumber : https://www.garudaprint.com/

Memilki pakaian dengan bahan yang mahal seperti sutera, pada umumnya akan memperlakukan pakaian tersebut dengan baik melalui perawatan yang benar dan tepat. Perawatan yang benar dan tepat bisa membuat pakaian berbahan sutera menjadi awet. Terus, caranya bagaimana supaya pakaian berbahan sutera ini bisa awet ? Selengkapnya tentang perawatan kain sutera bisa dilihat ulasan di bawah ini.

Mencuci Manual

Di zaman modern mencuci manual menggunakan tangan sudah jarang sekali dilakukan oleh banyak orang, termasuk di daerah perkotaan. Ternyata, mencuci manual menggunakan tangan sangat bermanfaat untuk perawatan pakaian terutama untuk pakaian yang berbahan kain sutera.

Jika mencuci menggunakan tangan, maka daerah yang kotor pada pakaian bisa terlihat dan membersihkannya bisa lebih sempurna. Mencuci menggunakan tangan bisa mengetahui kekuatan kain sehingga tenaga yang digunakan juga disesuaikan dengan kekuatan kain supaya serat kain tidak sampai rusak.

Mencuci menggunakan mesin cuci sangat tidak disarankan untuk pakaian yang berbahan sutera. Meskipun itu bisa dilakukan dengan mengatur pada posisi pencucian level rendah. Namun, hal ini masih kurang maksimal dalam perawatan karena pada mesin cuci putaran saat pencucian pakaian masih rawan merusak serat kain sutera yang halus.

Sebenarnya, kain sutera sangat mudah dalam pencuciannya, karena jenis kain ini memiliki keunggulan kain yang tidak gampang menyerap minyak atau noda sehingga kain ini mudah untuk dibersihkan. Sehingga mencuci bahan sutera cukup dengan menggunakan tangan saja supaya bahan tetap awet.

Gunakan Sabun Cuci Berbahan Lembut

Supaya pakaian menjadi bersih dan harum, maka peran sabun cuci seperti deterjen sangat diperlukan. Namun, pada penggunaan deterjen pilih deterjen dengan kandungan bahan yang lembut yang tidak akan merusak serat kain. Ada beberapa deterjen yang sangat kuat dan panas sehingga bisa merusak kain, dan hindari deterjen ini. Biasanya deterjen yang lembut cirinya tidak banyak mengeluarkan busa. Deterjen yang banyak mengeluarkan busa biasanya memiliki zat aktif yang rawan pada kerusakan serat kain yang bisa menyebabkan akain menjadi kaku dan kasar.

Gunakan Pelembut Pakaian

Pada penggunaan pelembut pakaianpun juga sama dengan penggunaan deterjen, yaitu gunakan pelembut pakaian yang berbahan dasar yang tidak akan merusak serat pakaian. Karena beberapa pelembut pakaian ada juga yang berbahan dasar zat kimia yang menyebabkan kualitas serat kain menjadi menurun sehingga kain menjadi cepat rusak.

Jemur Di Tempat Teduh

Menjemur pakaian berbahan sutera sebaiknya dilakukan di tempat teduh yang tidak langsung terkena paparan sinar matahari langsung. Karena kain sutera yang berbahan serat alami ini akan mudah rusak jika terkena suhu yang tinggi seperti paparan sinar matahari langsung. Jadi cukup dijemur ditempat yang dilewati angin supaya pakaian bahan sutera kering karena hembusan angin.

Menyetrika Dengan Benar

Dalam aktivitas menyetrika sebaiknya menggunakan setrika otomatis yang ada setelan untuk jenis kain yang akan disetrika. Sebelum disetrika terlebih dahulu set diposisi untuk kain sutera biasanya pada nama Silk. Setelah itu bisa dilakukan menyetrika pakaian berbahan sutera. Biasanya panas pada level silk adalah panas dengan level rendah supaya serat kain tidak rusak dan pakaian berbahan sutera ini bisa awet.

Leave a response

four × four =