0 items in your shopping cart

No products in the cart.

12 Kain Tradisional Asli Indonesia

Kain Tradisional Asli Indonesia ada banyak sekali jenisnya. Karena secara geografis Indonesia memiliki banyak pulau dengan berbagai macam suku dan budaya. Sehingga setiap daerah memiliki warisan budaya yang berbeda dan salah satunya adalah kain tradisional. Kain tradisional asli Indonesia ini sebagiannya tidak hanya dikenal di Indonesia saja, tetapi juga sudah sangat populer di mancanegara.

Penggunaan kain tradisional asli Indonesia ini tidak hanya digunkan sebagai pakaian saja tetapi bisa digunakan sebagai aksesoris dan kebutuhan perabot dalam rumah tangga. Setiap daerah ini juga menggunakan bahan dasar pembuatan kain tradisional juga berbeda-beda mulai dari serat sutra dan serat alamiah bahan lainnya. Di bawah ini akan kami jelaskan sebagian kain tradisional asli Indonesia yang berasal di beberapa daerah di Indonesia.

Kain Tenun Ikat Ende

kain tradisional asli indonesia

sumber : https://athanua.wordpress.com/

Ende merupakan salah satu wilayah kabupaten yang berada di Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di kabupaten Ende juga memiliki sumber daya alam yang indah sebagi sektor pariwisata. Selain itu di kabupaten Ende juga memiliki warisan budaya berupa kain tenun ikat Ende. Kain tradisional asli Indonesia ini sudah cukup dikenal di tanah air dan mancanegara. Keunikan dari kain tradisional ini ada pada proses pembuatannya. Di kabupaten Ende ini memiliki beberapa suku, dan dalam proses pembuatan kain tenun ikat Ende hanya boleh dilakukan oleh dua suku saja.

Ciri khas kain tradisional asli Indonesia ini salah satunya ada pada pewarnaan kain tenun ikatnya. Di Ende pada umumnya kain tradisionalnya memiliki warna dasar merah tua kecoklatan. Pembuatan kain tenun ikat ini dilakukan dengan cara ditenun dua kali kemudian dijahit untuk memisahkan bagian tengah dengan bagian bawah. Ciri khas pada kain tenun ini tampak di bagian tengahnya yang memiliki pola khusus. Selain warna merah sebagai warna dasar, kain tenun Ende juga biasanya berwarna hitam atau warna biru tua yang mendekati warna hitam.

Ciri khas lainnya selain warna merah dan hitam, kain tradisional asli Indonesia ini juga memiliki motif yang khas, yaitu motif flora dan fauna, seperti burung, daun, kuda, sayap lalat, dll. Untuk kain selendang umumnya menggunakan motif bunga-bunga yang dikombinasi dengan garis hitam kecil diantara motifnya. Uniknya kain tradisional ini membuat kain ini juga memiliki harga yang tinggi yaitu kisaran 500 k hingga 1 juta rupiah setiap meternya.

Kain Tenun Ulap Doyo

Di Pulau Kalimantan juga memiliki warisan budaya yang memiliki nilai tinggi dan bisa menjadi kekhasan dari daerah tersebut. Warisan budaya tersebut berupa kain tradisional asli Indonesia yaitu kain tenun ulap doyo. Kain tradisional ini sangat unik karena kain ini berasal dari serat alami ulap doyo. Serat ulap doyo ini merupakan tumbuhan asli yang tumbuh banyak di daerah suku dayak Kalimantan Timur.

Keunikan kain tradisional ini berasal dari proses pembuatannya yang membutuhkan waktu cukup lama. Mulai dari penyediaan bahan baku yang hanya berada di daerah suku dayak saja, kemudian proses menenun yang membutuhkan keahlian karena harus memasukkan motif yangkhas suku dayak. Sehingga sangat layak sekali kain tenun ini menjadi warisan budaya suku dayak.

Keunikan kain tradisional asli Indonesia ini adalah warnanya yang alami menggunakan daun tarung, jelawing, tengger, secang dan bahan-bahan alami lainnya. Pewarnaan kain tenun ulap doyo membutuhkan waktu yang lama juga karena semua proses mengggunakan metode tradisional. Sehingga sangat wajar jika harga kain tenun ulap doyo ini tinggi dalam kisaran Rp200 ribu hingga jutaan rupiah per meternya.

Kain Songket Pandai Sikek

sumber : https://travel.tempo.co/

Kain tradisional asli Indonesia berikutnya adalah kain songket pandai sikek. Kain tradisional ini berasal dari kabupaten tanah datar sumatera barat. Jenis kain tradisional ini sudah cukup dikenal di mancanegara karena kain tradisional ini memiliki keunggulan yang unik pada kainnya. Nama Pandai sikek ini adalah nama daerah kain tradisional ini dibuat yang merupakan warisan budaya turun menurun masyarakat sikek.

Keunikan kain tradisional ini salah satunya ada pada penggunaan motif-motifnya yaitu motif kuno asli masyarakat Minangkabau. Selain itu proses pembuatan kain songket ini juga masih tradisional sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama hingga kain jadi sempurna. Sehingga jenis kain tradisional ini memiliki harga yang mahal permeternya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Kain Ulos Batak

Kain ulos batak merupakan salah satu kain tradisional asli Indonesia yang menjadi warisan budaya kebanggaan suku Batak. Kain ulos ini bagi orang Batak merupakan pakaian khas sebagai kebanggaan. Bahkan pemerintah menetapkan 17 Oktober menjadi hari Ulos Nasional yang setiap tahunnya diperingati.

Kain ulos ini bagi masyarakat Batak memiliki fungsi untuk menghangatkan badan karena suku Batak tingga di daerah perbukitan yang berudara dingin. Dan keyakinan kuat orang Batak bahwa ulos mampu menghangatkan tubuh bahakan ulos menjadi sumber kehangatan.

Dulu kain ulos ini menjadi pakaian sehari-hari suku Batak, namun seiring perkembanagan zaman maka kain ulos sudah tidak lagi menjadi pakaian yang harus dipakai setiap hari. Tetapi kain ulos masih sering digunkan saat ada acara-acara besar di daerah Batak seperti saat pernikahan, kematian, dan kelahiran. Fakta lainnya kain ulos saat ini adalah sebagai cenderamata khas masyarakat Danau Toba.

Karena Danau Toba juga menjadi salah satu obyek wisata dunia maka kain ulos juga sudah sangat populer di mancanegara karena umumnya dijadikan oleh-oleh saat berkunjung di danau Toba. Kain ulos sebagai cenderamata bentuknya bermacam-macam, mulai dari ikat kepala, sarung, syal, hiasan dinding, taplak meja, dll.

Kain tradisional asli Indonesia ini aslinya hanya memiliki tiga warna utama saja, yaitu warna merah, putih, dan hitam. Ketiga warna ini mengandung makna filosofis, yaitu keberanian dilambangkan dengan warna merah, kemudian kepemimpinan disimbolkan warna hitam, dan kesucian disimbolkan dengan warna putih.

Ulos saat inisudah menjadi pakaian yang banyak digunakan oleh masyarakat diluar suku batak. Karena kain ulos juga dijadikan kombinasi dalam desain fashion sehingga penggunaanya menjadi semakin luas. Tidak hanya sekedar sebagai bahan pakaian saja, tetapi kain ulos juga menjadi bahan baku pembuatan tas, syal, dll.

Kain Gringsing Bali

sumber : https://www.netizenpintar.com/

Kain gringsing juga menjadi salah satu kain tradisional asli Indonesia yang berasal dari Bali tepatnya di Bali Aga Desa Tenganan Karangasem Bali. Seperti pada umumnya kain tradisional yang ada di daerah lainnya yang proses pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama. Pada kain gringsing juga memiliki motif khas Bali dengan kombinasi warna, motif dan bahan yang berkualitas.

Dinamakan gringsing karena gringsing merupakan bahasa daera Bali yang memiliki arti tidak sakit. Makna penamaan kain ini memiliki tujuan untuk menolak bala agar tidak terkena penyakit saat melakukan aktivitas sehari-hari. Sehingga masyarakat Bali meyakini dengan memakai kain gringsing maka akan selamat dari bala atau bencana.

Keistimewaan kain gringsing adalah pembuatannya dengan teknik ikat ganda yaitu teknik benang pakan dan lungsi dibuat sudah dengan warna atau motif sebelum benang ditenun. Sehingga tingkat kesultannya semakin tinggi dan menjadi wajar jika kain gringsing harganya sangat mahal. Teknik ini di dunia hanya dilakukan di tiga negara, yaitu Jepang, India dan Indonesia yang tepatnya berada di Bali.

Penggunaan kain tradisional asli Indonesia ini biasanya saat ada upacara adat seperti acara agama, pernikahan, dan pertemuan penting. Masyarakat Bali mempercayai kain gringsing ini dipakai sebagai pengusir roh jahat. Namun perkembangan zaman merubah persepsi yang kuno tadi dengan dijadikan kain tradisional ini sebagai salah satu bahan pembuatan fashion. Sehingga kain tradisional ini juga banyak orang-orang Eropa dan Asia yang mengoleksinya.

Kain gringsing juga memiliki makna dalam pewarnaan kainnya. Pada umumnya warna yang digunakan adalah merah, putih, kuning dan hitam yang melambangkan dari dewa-dewa yang diyakininya yaitu putih melambangkan dewa Shiwa tau pemelihara, merah sebagai dewa Brahma atau pencipta, hitam melambangkan wisnu sebagai penghancur.

Motif kain gringsing pada umumnya menggunakan gambar bulan, matahari, bintang, dan gambar-gambar yang berkaitan dengan langit. Motif lainnya juga menggunakan gambar binatang seperti kalajengking, cicak dan lain-lainnya. Tidak hanya warna dan motifnya saja yang berkualitas, tetapi bahan dasar kain gringsing ini juga berkualitas yang berasal dari bahan alami. Sangat uniknya kain ini ada dalam proses pembuatannya yang sangat lama hingga 5 tahun tergantung dari tingkat kesulitannya.

Kain Sutra Bugis

Kain sutra sudah tidak asing lagi ditelinga banyak manusia. Kain sutra yang dibuat berasal dari kokon ulat sutra merupakan bahan dasar pembuatan kain sutra. Nah, di bugis juga terkenal dengan kekhasan daerahnya yaitu sebagai produsen sutra Bugis. Kain sutra Bugis merupakan salah satu kain tradisional asli Indonesia yang di buat dalam bentuk sarung yang dipakai dengan setelan baju bodo sebagi pakain tradisional masyarakat Sulawesi Selatan.

Kekhasan pada kain tradisional Bugis ini ada pada motif yang bervariasi yaitu motif kotak-kotak. Di dalam motif kotak-kotak ini memiliki makna yang berbeda jika ukuran kotaknya besar dan kecil. Jadi motif ukuran kotak-kotak ini sebagai tanda atau simbolisasi pemakainya masih lajang atau sudah menikah. Untuk wanita yang masih lajang biasanya memakai motif kotak kecil yang disebut Ballo Renni. Sedangkan untuk para kaum pria yang masih lajang biasanya mengenakan kain sutra bugis dengan motif kotak-kotak besar denagn warna merah keemasan yang dinamai motif Balo Lobang.

Masih ada lagi motif yang diperuntukkan bagi wanita atau pria yang sudah menikah. Sehingga kain sutra Bugis ini memiliki jenis yang banyak dengan fungsi yang berbeda-beda.

Kain Besurek

sumber : https://id.pinterest.com/

Besurek artinya bertuliskan atau bersurat. Kain tradisional asli Indonesia ini berasal dari Bengkulu . Keunikan kain tradisional Bengkulu ini memiliki motif kaligrafi atau huruf arab gundul. Motif pada kain tradisional ini sangat dipengaruhi oleh budaya Islam yang kuat. Jadi motif yang unik inilah sebagai ciri khas dari Bengkulu. Jenis kain ini proses pembuatannya mirip dengan pembuatan batik Jawa, hanya pada motifnya saja yang berbeda. Namun perbedaan lainnya dengan batik Jawa, kain besurek memiliki warna yang cenderung lebih cerah dan lebih variatif.

Kain Tapis

Kain Tapis menjadi salah satu kekayaan budaya di Indonesia yaitu salah satu kain tradisional asli Indonesia. Kain tradisional yang berasal dari Lampung ini pembuatannya masih menggunakan alat tradisional. Untuk menghasilkan kain Tapis ini diperlukan waktu yang cukup lama yaitu bisa berbulan-bulan. Uniknya setiap kain memiliki makna yang berbeda yang sesuai dengan kepribadian dari pembuatnya.

Kain tradisional ini pada umumnya memiliki warna dasar gelap yang dihasilkan dari proses pewarnaan alami kemudian proses selanjutnya menyulamnya dengan benang emas denga berbagai macam motif. Tetapi pada umumnya kain tapis menggunakan motif flora, fauna, zig zag, piramida.

Kain Sasirangan

Kain Sasirangan merupakan kain khas suku Banjar yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan. Nama Sasirangan diambil dari kata Sirang yang memiliki arti dijahit dengan tangan dan dijelujurkan benagnya. Bahan pembuatan kain tradisional asli Indonesia ini adalah kain katun. Kemudian proses selanjutnya di gambar motif dengan menggunakan tangan menuju proses selanjutnya disirang sesuaid dengan motif yang telah dibuat.

Kekhasan kain tradisional ini ada pada coraknya yang menampilkan sumber daya alam dan budaya Kalimantan. Pada kain tradisional ini memiliki sedikitnya 30 motif yang menjadi favorit. Diantara motif-motif itu adalah kulat ka rikit, naga balimbur, bayam raja, daun taruju, dll. Pusat pembuatan kain ini ada di kampung Sasirangan di Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Kain Batik

Kain Batik tidak hanya dikenal di dalam negeri saja tetapi kaian batik juga sudah sangat dikenal di mancanegara. Kain yang dibuat dengan cara menggambar motif menggunakan lilin yang alatnya dinamakan canting ini dilakukan secara manual dengan tangan. variasi corak dan motifnya sangat beragam. Corak dan motif ini menggambarkan darimana batik ini dibuat. Di Pulau Jawa terdapat banyak daerah yang menjadi produsen kain Batik diantaranya banyumasan, tegal, cirebon, pekalongan, solo, jogja, surabaya, dll.

Kain Koffo

Kain tenun koffo ini di percaya sudah ada sejak tahun 1519. Keistimewaan kain tenun ini adalah proses pembuatan kainnya dikerjakan oleh putra-putri Raja di Sangihe Talaud. Kain yang terbuat dari serat pohon pisang abaka ini dilakukan dengan teknik tradisional. Sehingga motif yang diciptakan sangat indah dan menawan. Pewarnaan kain koffo juga menggunakan pewarna alami sehingga bisa dikatakan kain ini kain organik. Dekorasi pada kainnya menyimbolkan khas budaya Sangihe Talaud.

Kain Lurik

Kain lurik merupakan salah satu kain tradisional asli Indonesia. Lurik ini sama artinya Lorek menurut bahasa Jawa, atau kain yang bergaris-garis. Kain lurik ini dibuat sudah sejak masa kerajaan Erlangga pada tahun 1033 M. Kain lurik umumnya memiliki tiga motif yaitu motif lajuran, motif pakan malang, dan motif cacahan.

Pembuatan kain lurik ini berasal dari serat katun. Alat yang digunakan untuk membuat kain lurik ini bernama gedog sehingga penyebutan kain lurik ini juga disebut kain lurik tenun gedog. Mulanya kain lurik ini dibuat hanya menggunakan dua warna saja yaitu warna hitam dan putih. Namun seiring erkembangan tekstil kain lurik memiliki jenis warna yang beragam sehingga tampilannya juga semakin menarik. Kain lurik di Yogyakarta pada umumnya digunakan oleh kalangan petani dan pedagang, namun kain lurik ini juga digunakan oleh kalangan keraton Yogyakarta.

Nah, beberapa kain tradisional asli Indonesia di atas merupakan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Dan masih banyak lagi daerah di Indonesia yang memiliki kekayakan kain tradisional yang unik dan menarik. Mungkin lain waktu lagi akan kita bahas tentang jenis kain tradisional di Indonesia.

Leave a response

18 − seventeen =