0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Kain Katun Rami

Kain merupakan salah satu bahan utama yang digunakan untuk berbagai jenis barang. Secara umum kain digunakan sebagai bahan dasar pembuatan produk fashion atau busana, namun tak hanya itu kain juga terkadang bisa digunakan dalam berbagai pembuatan produk kerajinan tangan atau cendera mata.

Untuk itu dalam membuat jenis barang tertentu baik busana atau kerajinan tangan, kamu perlu memperhatikan jenis–jenis kain yang akan kamu gunakan. Hal ini berfungsi agar produk yang kamu buat benar–benar bagus. Disini penulis akan membantu kamu mengenali salah satu jenis kain yang ada dipasaran yaitu kain katun rami.

Apa Itu Kain Katun Rami?

sumber : https://id.carousell.com/

Kain katun rami adalah salah satu jenis kain dari keluarga katun. Namun demikian, kain katun rami tidak terbuat dari serat kapas (cotton).  Kain katun rami ini berasal dari serat alami tanaman rami (Boehmeria Nivea). Untuk namanya sendiri kain katun rami ini biasanya disebut juga dengan kain katun linen di pasaran.

Kain katun rami atau linen merupakan jenis kain katun yang harganya terbilang cukup mahal. Hal ini dikarenakan bahan rami sangat sulit di dapatkan dan hanya ada di daerah–daerah tropis saja. Selain itu kain katun rami atau linen juga mempunyai banyak keunggulan daripada kain katun dari serat kapas (cotton) sehingga harganya lebih mahal.

Tak hanya harga yang terbilang lebih mahal dari jenis kain–kain lain, kain katun rami atau linen ini juga mempunyai jenis kain yang terbilang cukup banyak dengan karakteristik, keunggulan, serta kekurangan masing–masing. Di bawah ini penulis akan membahas tentang beberapa jenis kain katun rami atau linen…

  1. Kain Katun Linen Kenzo

Kain katun linen kenzo merupakan kain linen yang saat ini belum lama ada di pasaran. Ketebalan dan karakteristik bahan kain katun linen kenzo tidak jauh berbeda dengan kain linen slub.

sumber : https://www.tokopedia.com/

Kain linen kenzo ini terbilang cukup kasar dan kurang nyaman saat dipakai karena bahannya panas di kulit. Biasanya kain katun linen kenzo ini digunakan untuk membuat busana seperti jas atau blazer, baju koko laki–laki hingga gamis ikhwan.

  1. Kain Katun Linen 3G

Jenis kain katun linen 3G ini mungkin adalah salah satu jenis kain yang paling bagus. Kain katun linen jenis 3G ini terlihat unik dan sangat elegan. Untuk teksturnya, kain katun linen menyerupai serat kayu dengan tampilan yang sangat modern.

sumber : https://olympics30.com/

Ciri khas dari kain katun linen 3G ini adalah todak terlalu halus, ringan, jatuh tetapi tidak terlalu licin seperti linen yang lain. Selain itu kain katun linen 3G mempunyai ciri khas garis panjang yang lurus, rapat dan sejajar yang terlihat di permukaan kain.

  1. Kain Katun Linen Euro atau Linen Viscouse

Kain katun euro merupakan kain katun dengan bahan paling kaku dan memiliki serat benang paling longgar dan besar. Jenis bahan kain katun euro ini sedikit menerawang akibat dari serat benang yang longgar dan besar.

sumber : https://moiongeorge.nz/

Namun dari segi kualitas kain katun euro ini cukup bagus, bahannya adem dan lembut saat dikenakan. Sayangnya, kain katun euro ini tergolong kain yang berat dan sifatnya tidak jatuh. Hal ini dikarenakan kainnya tebal, kaku, dan jika sudah di setrika bekas lipatan akan terlihat jelas.

  1. Kain Katun Linen Look

Kain katun linen look merupakan salah satu jenis kain katun yang memiliki kualitas sangat bagus. Ciri bahan dari kain katun linen look ini adalah bahannya cukup tebal, kainnya lemas dan adem jika dikenakan.

sumber : https://www.macculloch-wallis.co.uk/

Kain katun linen look ini juga memiliki ciri khas tersendiri dibanding jenis katun yang lain antaranya adalah kita dapat mengetahui jenis kain ini hanya dalam sekali pandang. Berbeda dengan kain katun jepang dan toyobo yang serat kainnya sangat halus dan hampir tak terlihat.

Kain katun linen look sangat mudah dikenali karena jenis kain ini memiliki tekstur benang  yang benar-benar terlihat dan ukurannya agak besar. Maka dari itu kain katun ini dinamai dengan linen look (terlihat).

Bahan kain katun linen look ini pada umumnya di gunakan sebagai bahan kemeja, baju koko, jilbab, hingga gamis. Namun beberapa orang mengatakan kalau kain linen look terlalu tebal untuk dijadikan sebagai bahan busana.

Karakteristik Kain Katun Rami

Untuk memudahkan kamu mengenali jenis kain katun rami atau linen, di bawah ini penulis akan mengulas ciri – ciri atau karakteristik yang bisa kamu jadikan acuan untuk mengenali kain katun rami diantaranya adalah…

  • Kain katun rami adalah jenis kain yang tahan terhadap jamur dan bakteri
  • Ciri fisik yang khas dari kain katun rami ini adalah permukaan kainnya agak kasar dan serat kainnya terlihat.
  • Kain katun rami ini merupakan jenis kain yang cepat kering saat dicuci karena mempunyai daya serap air yang baik.
  • Kain katun rami adalah jenis kain yang kuat dan hasil tenunannya terbilang sangat berkilau, tahan cuci, dan warnanya tidak mudah pudar saat dijemur.
  • Kain katun rami sangat adem di kulit dan tidak transparan sehingga nyaman untuk dikenakan.

Cara Memilih Kain Katun Rami

Sebenarnya kain katun rami memiliki banyak jenis kain yang bisa kamu pilih. Namun untuk memilihnya kamu juga harus mempertimbangkan hal–hal tertentu agar tidak kecewa kemudian.

Pilihlah jenis kain katun rami yang sesuai dengan produk busana yang ingin kamu buat. Ada berbagai karakteristik kain katun rami mulai yang berbahan tebal hingga tipis, halus hingga kasar, dan lainnya.

Pastikan juga produk yang kamu beli di pasaran adalah produk yang asli, karena saat ini banyak sekali beredar kain katun rami di pasaran yang ditawarkan dengan harga yang cukup murah. Pastikan kualitas kain katun rami yang akan anda beli sebelum kamu membayarnya agar kamu tidak tertipu oleh barang palsu atau KW

Keunggulan Kain Katun Rami

Setiap jenis kain pasti memiliki ciri–ciri dan keunggulan masing–masing. Sama halnya dengan jenis kain katun rami atau linen ini, beberapa kelebihan yang dimiliki kain katun linen atau rami diantaranya adalah sebagai berikut…

  1. Kain katun rami atau linen lebih tebal, hal ini dikarenakan serat dari kain katun rami atau linen ini lebih tebal jika dibandingkan dengan jenis kain–kain yang lain. Oleh karena itu serat kain yang besar dan kuat membuat kain katun rami ini lebih kokoh dan tidak mudah rusak. Namun kain katun rami bukan termasuk kain yang kaku.
  2. Kain katun rami ini mempunyai tekstur kain yang sangat lembut, hal ini tidak diragukan lagi karena kain katun linen atau rami ini dibuat dari serat alami sehingga teksturnya lebih lembut. Maka dari itu banyak orang yang suka menggunakan kain dari serat alami yang halus seperti kain katun linen atau rami ini.
  3. Kain katun rami atau linen sangat adem dikulit. Biasanya banyak sekali yang menggunakan jenis kain ini untuk digunakan sebagai bahan fashion atau busana. Khususnya kain katun rami ini digunakan untuk bahan gamis ataupun jilbab karena sangat nyaman untuk dikenakan.
  4. Kain katun linen mempunyai serabut kain yang tidak terburai karena serabut–serabut benangnya tersusun dengan sangat rapi. Hal ini berbeda dengan kain yang dipintal dari serat kapas (cotton) yang memiliki serabut kain yang mudah terburai tidak seperti kain dari bahan rami atau linen.
  5. Pada dasarnya kain katun memiliki ciri khas kain yang tidak menerawang, hal ini dikarenakan serat benangnya dipintal secara rapat. Mungkin terkecuali dengan katun linen euro, kain ini memiliki serat yang agak longgar namun masih tetap enak untuk digunakan.

Kekurangan Kain Katun Rami

Selain mempunyai kelebihan–kelebihan yang membuat orang sering menggunakan kain katun rami atau linen sebagai bahan untuk busana, ternyata kain katun rami atau linen juga mempunyai beberapa kekurangan seperti di bawah ini…

  1. Kain katun rami atau linen mempunyai serat benang dengan ukuran yang terbilang cukup besar, hal ini menyebabkan serat benang rami atau linen ini mudah terurai. Oleh sebab itu kain katun rami atau linen ini memerlukan perawatan yang benar agar kain tidak mudah terurai.

Untuk kain dengan harga yang terbilang cukup mahal, kain katun rami atau linen ini harus dirawat agar tidak mudah rusak dan awet. Salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kain katun rami atau linen tetap bagus dan tidak terurai benangnya adalah dengan melakukan obras ke seluruh tepi kain.

  1. Menurut beberapa orang kain katun rami atau linen ini tergolong jenis kain yang cukup berat. Akan tetapi hal ini bersifat subjektif bergantung pada selera dan pendapat masing–masing orang saja. Hal ini karena pada dasarnya kain katun rami atau linen ini mempunyai jenis yang cukup banyak.

Pada kain katun linen look beberapa orang beranggapan bahwa kain ini merupakan kain yang cukup berat padahal menurut beberapa orang lain biasa saja. Mungkin hal ini didasarkan karena bahan dari katun linen look ini memang cukup tebal sehingga banyak yang berpendapat bahwa kain linen adalah jenis kain yang berat.

Namun, untuk jenis kain katun rami atau linen lainnya seperti kain katun linen look dan kain katun linen 3G jika kita rasakan kainnya memang lebih ringan dan tidak setebal kain katun linen look.

  1. Kain katun tidak tahan terhadap segala jenis asam, baik asam mineral maupun asam organik yang biasa digunakan untuk memperindah tenunan. Maka dari itu kamu harus menghindari pemakaian asam ini.
  2. Ukuran bahan katun ini mudah menyusut saat dicuci, sehingga saat membuat busana dari kain ini kamu harus membuat dengan ukuran yang sedikit lebih besar agar jika menyusut ukurannya tidak terlalu kecil di badan kamu.
  3. Jenis kain katun tidak tahan dengan kondisi lingkungan yang lembab. Lingkungan yang lembab bisa membuat kain menjadi rusak. Maka dari itu kamu harus menyimpan kain katun di tempat yang kering dan tidak lembab.
  4. Kain katun linen merupakan jenis kain dengan bahan yang tergolong berat. Untuk kamu yang tidak suka dengan jenis bahan yang berat, kain linen tidak cocok untuk kamu gunakan. Kamu bisa memilih alternatif lain seperti kain katun supernova, katun toyobo, atau katun ima.

Cara Mencuci Kain Katun Rami

Salah satu cara untuk membuat busana menjadi awat dan tahan lama adalah dengan merawatnya dengan cara yang baik dan benar. Usahakan kamu mencuci busana berbahan kain katun rami atau linen dengan benar agar kain semakin lunak dan lebih nyaman untuk kamu kenakan. Di bawah ini akan diulas beberapa cara mencuci kain katun rami :

  1. Cucilah Kain Katun Rami atau Linen Menggunakan Tangan

Pada dasarnya kain katun rami merupakan jenis kain yang terbilang kuat dan tahan lama, namun meskipun demikian kita sebaiknya tidak mencucinya menggunakan mesin cuci. Mesin cuci dapat merusak kain dan membuat tekstur kain menjadi tidak kokoh lagi seperti sebelumnya.

Jika kamu mencuci kain katun rami dengan tangan lebih baik kamu menggunakan deterjen yang lembut dan alami. Selain itu kamu juga harus memastikan kain katun dibilas hingga bersih.

Membilas kain katun hingga bersih ini berfungsi untuk menghindari sisa sabun yang meninggalkan selulosa sehingga menyebabkan oksidasi dan bekas coklat besar pada kain katun rami. Hal ini bisa membuat kain katun kamu lebih awet dan tahan lama.

  1. Cucilah Beberapa Kali Agar Kain Katun Rami Lebih Lunak

Menurut karakteristiknya, kain katun rami ini merupakan kain yang semakin lunak jika sering kamu cuci. Untuk mempercepat pelunakannya kamu juga bisa menggunakan pelembut pakaian atau membasahi kain katun rami dan biarkan agar seratnya lunak.

Jika kamu ingin proses yang cepat untuk mendapatkan kain katun rami yang lunak cucilah kain ini menggunakan mesin cuci dan pengering. Selain itu gunakan air panas agar serat – serat kain terbuka dan lakukan tumble dry hingga beberapa kali.

  1. Angin – Anginkan Kain Katun Rami Hingga Kering

Untuk mendapatkan kain katun rami yang lebih awet sebaiknya kamu melakukan penganginan-anginan lebih sering. Namun jika kamu menginginkan kain katun yang lunak dalam waktu cepat kamu bisa mengeringkannya melalui pengering dengan mengatur suhu tertentu.

  1. Hilangkan Kerutan Hasil Cucian Menggunakan Setrika Panas

Untuk merapikan kerutan pada kain katun rami atau linen anda bisa melakukannya dengan menyetrika kain katun rami dengan suhu yang cukup panas. Sebaiknya kamu melakukan penyetrikaan saat kain masih dalam kondisi setengah basah. Setrikalah seperti pada umumnya pada bagian dalam baju yang berwarna.

  1. Hindari Menggunakan pemutih Berklorin Pada Kain Katun Rami

Sebaiknya kamu menghindari penggunaan pemutih karena pemutih mengandung klorin yang dapat menodai serat kain katun rami. Sebaiknya untuk menghilangkan noda sebaiknya kamu menggosok kain katun secara perlahan menggunakan deterjen alami atau beri pemutih pada bagian yang terkena noda saja.

  1. Jangan Mengeringkan Kain Katun Rami Pada Suhu Panas Yang Tinggi

Keringkan kain katun rami dengan suhu panas yang tidak terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan suhu panas yang tinggi dapat mengakibatkan pakaian menyusut. Sebenarnya pengering ini bisa saja digunakan sekali–sekali tetapi tetap hindari suhu yang tinggi.

Nah, itu tadi merupakan ulasan mengenai kain katun rami atau linen yang bisa kamu gunakan untuk menjadi acuan dalam memilih kain yang kamu inginkan. Semoga artikel ini bisa membantu kamu untuk lebih pandai dalam memahami setiap karakteristik kain yang ada sehingga tidak terjadi hal – hal seperti salah bahan dan lainnya.

Leave a response

nineteen + 9 =