0 items in your shopping cart

No products in the cart.

KAIN KATUN : Asal-muasal, Karakteristik, Jenis, Perawatan

Kain Katun merupakan kain terpopuler di dunia sejak dahulu. Kain ini banyak digunakan sebagai bahan untuk pembuatan segala jenis pakaian dan perabot rumah tangga. Di dalam dunia tekstil, kain katun termasuk kategori kain yang memiliki kualitas bagus. Karena kain ini memiliki sifat adem dan meyerap keringat sehingga sangat populer digunakan di daerah iklim tropis. Kain katun termasuk kain yang merajai pasaran, karena kain ini banyak digunakan oleh orang dari golongan rendah hingga golongan kelas atas. Karena dari sisi harga kain ini cukup terjangkau.

Pada kesempatan ini, kami akan mengulas semua hal tentang kain katun, mulai dari asal muasal kain katun, karakteristik, penggunaan, jenis dan macam kain katun, serta perawatan terhadap kain katun.

Asal Muasal Kain Katun

sumber : https://www.yabatex.com/

Katun yang menjadi kain idola saat ini ternyata berasal dari bahan kapas. Kapas sendiri merupakan tanaman dalam golongan genus Gossypium. Kapas di dunia ini memiliki banyak spesies yang dibudidayakan, dan kapas merupakan tanaman asli wilayah tropis dan sub tropis. Tanaman kapas memiliki serat yang lembut sehingga serat kapas dipintal menjadi benang kemudian benang dari kapas tadi ditenun menjadi kain katun.

Fragmen pakaian berbahan kapas telah ditemukan di lembah Sungai Indus Pakistan dan di lembah pantai Peru setelah diteliti diperkirakan sedah berumur 4.000 tahun. Di Peru Kuno untuk membungkus mayat sudah menggunakan katun, sehingga para ilmuwan memperkirakan kapas sudah ditanam sejak 7000 tahun yang lalu. Namun, kain katun yang berkembang hari tidak ada sumber yang pasti dari mana asal muasalnya.

Proses Pembuatan Kain Katun

sumber : https://blog.porinto.com/

Bagi kamu yang belum tau proses pembuatan kain katun, di bawah ini kami akan mengulas secara singkat tahapan proses pembuatan kain katun sebagai tambahan informasi pengetahuan buat kamu.

Panen Kapas

Proses pertama pembuatan kain katun adalah memtik buah kapas yang sudah matang. Pemetikan kapas ini bisa secara manual dengan tangan ataupun bisa dengan menggunakan mesin. Kelebihan memetik dengan tangan adalah bisa memilih buah kapas yang benar-benar matang, sedangkan menggunakan mesin tidak bisa dilakuakn seperti ini.

Ginning

Proses kedua pembuatan kain katun adalah memisahkan serat kaps dengan bijinya. Setelah serat kapas dipisah dari bijinya, selanjutnya serat kapas dimasukkan ke dalam sebuah tabung dan masuk kedlam mesin pengering untuk mengurangi kelembaban kapas. Dalam proses ginning, serat kapas dipisahkan dari tangkai dan daun yang masih tercampur untuk menghasilkan kelembaban kapas yang rendah supaya menghasilkan kain katun yang berkualitas.

Bal-Bal Kapas

Tahap berikutnya kapas dipadatkan menjadi bentuk bal-bal kapas dan disimpan dalam sebuah gudang untuk menunggu proses selanjutnya.

Spinning

Menuju proses pembuatan kain katun berikutnya bernama proses spinning. Dalam proses ini bola-bola kapas dilonggarkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemintalan. Setelah kapas mengalami proses pemintalan maka terbentuklah benang kapas. Kemudian memasuki proses carding dengan menyatukan beberapa serat untuk menghasilkan kain jenis katun yang diinginkan. Serat campuran itu bisa berasal dari serat sutra, rayon, dll.

Soft Winder

Soft winder merupakan proses dalam penggulungan benang yang sudah dipintal. Selain itu di dalam proses ini juga dilakukan pencelupan warna benang.

Weaving

Proses weaving dilakuakn setelah benang sudah diwarnai dan benang siap dilakukan penenunan menjadi kain.

Treatment

Proses treatment untuk menghasilkan kain katun yang berkualitas bagus dengan kain bersihkan dengan menggososk di beberapa area yang spesifik.

Finishing

Proses finishing ada tiga tahapan yang dilakukan, pertama melakukan pencucian kain katun dengan bahan kimia supaya lilin alami dan kotoran non serat bisa hilang. Tahapan kedua dalam finishing adalah pemutihan kain, dalam proses ini agar level warna kain katun bisa meningkat level putihnya. Dan tahap yang ketiga adalah merserisasi atau perawatan khusus supaya kain katun memiliki kualitas terbaik.

Karakteristik Kain Katun

kain katun

sumber : https://aminama.com/

Supaya kamu tidak salah pilih, dan bisa membedakan kain katun dengan jenis kain lainnya maka kami akan mengulas juga karakteristik yang dimiliki kain katun pada umumnya.

  • Daya Serap Air Tinggi

Karakteristik yang banyak dikenal orang adalah memiliki daya serap air yang tinggi. Hal ini bisa terjadi karena kain ini berasal dari bahan serat alami dan kain memiliki pori-pori kain yang baik untuk memudahkan air bisa terserap dengan baik. Kain ini jika digunakan sebagai bahan pakaian sangat cocok digunakan di cuaca yang panas.

  • Halus dan Lembut

Katun yang berasal dari serat alami membuat kain ini juga memiliki tekstur yang halus dan lembut ketika diraba dan terkena kulit saat digunakan sebagai pakaian. Sifata kain yang halus dan lembut membuat pengguna semakin nyaman.

  • Ketebalan Kain Sedang

Ketebalan kain katun sedang sehingga kain tidak menerawang. Selain itu kain ini sangat cocok sekali digunakan di cuaca yang panas dan bahan ini terasa adem di kulit.

  • Gampang Kusut

Pada umumnya kain katun memiliki karakteristik kain gampang kusut karena daya serap air yang tinggi memungkinkan kain ini menjadi mudah kusut. Apalagi setelah kain ini dicuci juga mengalami kusut, sehingga sebelum penggunaan harus disetrika dahulu supaya rapi.

  • Adem

Selain dikenal kain yang mudah menyerap keringat dengan baik, kain katun juga memiliki sifat adem, serat alami bahan ini memberikan sifat adem ketika dipakai di cuaca panas, dan memberikan sifat hangat jika digunakan di cuaca dingin.

  • Kain Ringan

Kain dengan ketebalan sedang membuat bobot kain katun ini ringan. Sehingga kain ini memiliki banyak kelebihan untuk dijadikan berbagai macam pakaian.

  • Kain Kuat

Kain katun termasuk memiliki jenis kain yang kuat, karena kain ini tidak mudah sobek sehingga jika dijadikan bahan pakaian bisa awet.

  • Rentan Jamur

Sifat kain yang mudah menyerap keringat, membuat kain ini rentan jamuran karena kondisi kain akan basah dan lembab . Jamuran ini tidak hanya pada kainnya saja, tetapi kulit pengguna juga bisa rentan jamuran juga.

Jenis Kain Katun

sumber : https://tokoharits.com/

Kin katun yang sangat populer ini mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan teknologi pembuatan kain. Perkembangan kain katun menciptakan jenis-jenis kain katun baru dengan karakteristik yang berbeda-beda. Apa saja jenis-jenis kain katun itu ? Selengkapnya kita cek di bawah ini.

Katun Biasa

Jenis katun ini memiliki kualitas kain yang umum dipasaran, dan harga katun biasa ini juga terjangkau. Katun biasa dipasaran juga memilki beberapa jenis pilihan, mulai dari yang polos, bermotif seperti garis-garis, bunga, kotak, polkadot, dll. Ciri katun biasa pada pinggir gulungan kainnya tidak terdapat kode warna. Jangan kawatir memilih katun biasa ini, karena masih memiliki daya serap keringat yang cukup baik.

Katun Rayon

Katun rayon memiliki karakteristik kain ringan, adem, permukaan kain licin, dll. Kain katun ini juga memiliki daya serap keringat yang bagus sehingga sangat cocok digunakan pada cuaca panas. Sehingga kain ini bnyaka digunakan sebagai bahan pembuatan busana muslim. Namun, sayangnya kain katun rayon memiliki kelemahan kain yang gampang kusut sehingga sebelum penggunaan sebaiknya disetrika dahulu agar kain menjadi rapi.

Katun Cina

Katun Cina merupakan jenis kain katun yang memiliki karakteristik kain tipis, warna kain kurang mencolok, sehingga membuat kualitas kain ini kurang begitu bagus. Pada penggunaannya, bahan katun cina banyak digunakan untuk bahan keperluan rumahtangga, seperti sprei, sarung bantal, dan sarung guling. Kualitas katun cina hampir sama dengan kualitas katun jepang. Dan katun cina dipasaran populer dengan sebutan katun twill.

Katun Sutera

Kain katun sutera merupakan kain yang dihasilkan dari dua bahan, yaitu serat sutra dan serat kapas. Sehingga kombinasi tersebut menghasilkan kain dengan karakteristik licin, lembut dan adem. Selain itu, katun sutra memiliki bobot ringan, mudah dibentuk dan kain awet karena memiliki serat yang kuat. Kain katun sutra dalam penggunaannya sangat cocok digunakan dalam acara formal.

Katun Paris

Kain katun paris sangat populer dipasaran karena memiliki kualitas kain di atas katun biasa. Karakteristik kain ini juga ringan dan tipis. Namun, karakteristik lainnya kain ini menarik untuk dibuat sebagai bahan pembuatan gamis, jilbab dan bahan pakaian lainnya.

Katun Bangkok

Kenapa bernama katun bangkok ? Karena kain ini di produksi di Bngkok Thailand. Sehingga kain ini memiliki ciri khas negeri gajah putih. Pada katun bangkok, cenderung memiliki permukaan kain yang sedikit kasar dan kain ini juga tipis sehingga katun ini memiliki sifat menerawang. Bahn ini sering digunakan sebagai bahan blouse dan kemeja.

Katun Satin Jepang

Katun ini juga di produksi di negara Jepang. Katun ini memiliki ciri-ciri kain dengan aneka warna yang kuat dan jika kain bermotif, motifnya sangat beragam. Tekstur yang dimiliki kain ini lembut, dan sifat kain adem. Sehingga kain ini banyak digunakan sebagai bahan pakaian yang digunakan sehari-hari.

Katun Minyak

Dinamakan katun minyak karena kain ini memiliki permukaan kain yang mengkilap seperti minyak. Daya kilap katun minyak lebih kuat dari katun sutra. Namun, daya kilap pada kain ini mudah hilang akibat dicuci. Kain ini jarang dikenal di Indonesia, namun kualitas kain ini juga bagus karena memiliki daya serap keringat yang bagus.

Katun Combed

Katun combed memiliki karakteristik kain mudah menyerap keringat sehingga bahan ini banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kaos. kain combed sendiri juga memiliki kualitas ketebalan tiga tingkat, yaitu ukuran 24s paling tebal, 30s ketebalan sedang, dan ukuran 40s yang paling tipis. Kain yang berasal dari teknik combing atau sisir sehingga menghasilkan kain dengan kualitas bagus yang bercirikan tekstur kain halus dan lembut.

Katun Carded

Katun Carded memiliki kualitas di bawah katun combed sehingga tekstur kain carded tidak sehalus dan selembut katun combed. Teknik carding atau menggaruk dengan menyatukan serat-serat pendek sehingga menghasilkan kain yang cenderung kasar. karaktristik menyerap keringat dengan baik masih dimiliki katun carded. Kain ini dalam penggunaannya juga sering dijadikan sebagai bahan pembuatan kaos.

Katun Satin

Satin yang dikenal adalah teknik tenunnya yang menghasikan kain salah satu permukaannya berkilau. Tenun satin tidak hanya dilakukan dari bahan katun saja, tetapi bisa juga dengan bahan serat lainnya seperti sutra, polyester, dan nylon. Kain katun satin biasa digunakan sebagai bahan pakaian untuk aktivitas formal dan semi formal.

Katun Denim

Katun Denim ciri khasnya sangat tampak pada tekstur kain, yaitu kasar namun kuat dan memberikan kesan macho. Sehingga bahan kain ini banyak digunakan sebagai bahan pembuatan jaket, celana, dan rok. Dipasaran, katun denim populer dengan sebutan bahan jeans.

Katun Flanel

Katun flanel memiliki chiri yang unik yaitu kain bermotif kotak-kotak dan sering digunakan sebagai bahan kemeja. Selain itu, kain katun flanel teksturnya berbulu di salah satu sisi permukaan kain. Meskipun begitu, katun ini permukaannya lembut.

Katun Stretch

Kombinasi serat alami kapas dengan lycra atau spandek akan menghasilkan jenis katun stretch. Kain ini sangat elastis dan memiliki daya serap keringat yang baik. Bahan ini banyak digunakan untuk pembuatan bahan pakaian seperti legging, celana, kaos, pakaian dalam, dan gamis.

Katun Supernova

Karakteristik kain ini dingin, lembut, halus, dan bobot kain ringan. Pada katun ini memiliki kulaitas kain yang baik sehingga katun ini sering dijadikan sebagai bahan untuk pakaian seperti baju koko, kemeja, gamis syar’i dan jilbab.

Katun Ima

Kain katun ima memiliki beberapa jenis dan yang paling populer adalah ima polos dan ima slub import. Ima polos memiliki tekstur mulus, halus, dan polos. Sedangkan ima slub import bertekstur benang bersilangan pada permukaan kain. Katun ini di produksi dari Jepang dan berkualitas baik. Kain ini memiliki bobot ringan dan tipis tetapi tidak nerawang. Kain katun ima pada umumnya digunakan sebagai bahan pembuatan baju seragam, gamis, dan baju koko.

Katun Toyobo Original Import

Katun toyobo original import memiliki kualitas kain yang bagus sehingga bahan ini sangat direkomendasikan digunakan sebagai bahan untuk pembuatan berbagai macam jenis pakaian. Karena kain ini memiliki karakteristik bahan ringan, lemes, tidak menerawang, halus, dingin dan sedikit licin. Pada umunya kain katun toyobo digunakan sebagai bahan dalam pembuatan seragam kantor, jilbab, gamis syar’i, baju koko, dll.

Katun Madinah

Katun madinah memiliki karakteristik ringan, jatuh, lembut, dingin, dan tidak menerawang. Katun ini biasanya juga dijadikan sebagai bahan untuk pakaian gamis syar’i dan jilbab.

Katun Linen Euro

Katun linen euro memiliki serat benang longgar dan besar. Selain itu, katun ini juga agak kaku. Sehingga kain ini sering dijadikan sebagai bahan pembuatan pakaian casual. Namun kain ini memiliki sifat lembut dan dingin saat menyentuh kulit.

Perawatan Kain Katun

  • Gunakan Detergen

Kain ini tahan dengan deterjen, namun dalam mencuci gunakanlah deterjen secukupnya supaya kain bisa lebih awet. Selain itu rendam pakain bahan katun maksimal 15 menit di dalam air dingin.

  • Bisa Menggunakan Mesin Cuci

Pada mesin cuci juga terdapat setelan level pencucian. Agar pakaian berbahan kain katun bisa awet, setel level pencucian pada mode soft agar tidak merusak serat kain. Bisa juga mencuci dengan cara manual supaya pakaian bahan katun tetap awet.

  • Bisa Menjemur Dibawah Terik Matahari Langsung

Jika menjemur langsung dibawah terik matahari langsung, usahakan membalik posisi pakaian yang sisi dalam di luar supaya warna kain tidak cepat pudar dan kain terjaga dari jamu karena daya kering alami sinar matahari menghilangkan kelembaban kain.

  • Menyetrika Dengan Benar

Bahan katun sebelum digunakan memang sebaiknya disetrika dulu agar bisa rapi. Namun, dalam aplikasi setrika usahakan disesuaikan dengan bahan yang akan disetrika. Jika pakaian katun setel mode cotton di setrika otomatis yang kamu miliki supaya kain bisa tetap awet.

Leave a response

1 + 19 =